Analisis Variasi Faktor Eksposi Terhadap Contrast To Noise Ratio (CNR) Citra Cranium Proyeksi Antero Posterior
DOI:
https://doi.org/10.53861/lontarariset.v7i1.590Kata Kunci:
Contrast to Noise Ratio, Kranium, Kualitas CitraAbstrak
Kualitas citra radiografi sangat bergantung pada faktor eksposi yang meliputi tegangan tabung (kV), arus tabung dan waktu eksposi (mAs). Nilai Contrast to Noise Ratio dapat mengevaluasi kualitas citra, CNR yang lebih tinggi menunjukkan citra yang baik dengan lebih sedikit gangguan (noise). Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh variasi faktor eksposi terhadap nilai CNR dan menentukan kombinasi faktor eksposi yang menghasilkan CNR optimal pada proyeksi AP cranium. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, studi eksperimen di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang pada bulan September 2024. Data diperoleh dari citra phantom cranium dengan variasi tegangan tabung (kV) 68, 74, dan 78, serta variasi arus dan waktu eksposi (mAs) 10, 12, dan 14. Citra dianalisis menggunakan aplikasi Radiant DICOM Viewer dengan teknik ROI untuk menghitung nilai CNR di area anatomi, yaitu frontal, crista gali, mandibula, kedua orbita serta background. Hasil ROI dianalisis menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil menunjukkan, variasi faktor eksposi berpengaruh signifikan terhadap nilai CNR sebesar 94,7%. Faktor eksposi optimal, pada 68 kV dan 14 mAs, dengan CNR tertinggi yaitu 44,598 . Nilai CNR terendah pada faktor eksposi 78 kV dan 10 mAs yaitu 22,063. Hasil ini dapat dijadikan acuan dalam menentukan faktor eksposi yang optimal pada pemeriksaan cranium AP.
Unduhan
Referensi
Bushong, S. C. (2017). Radiologic Science for Technologists: Physics, Biology, and Protection (Eleventh). Elsevier.
Damayanti, O., Anggraeni, L. A., & Ningrum, S. A. (2020). Variasi Faktor Exsposi Pada Pemeriksaan Schedel Proyeksi Anterior Posterior untuk Hasil Radiografi yang Maksimal di Rumah Sakit Al Islam Bandung. Jurnal Teras Kesehatan, 3(1), 33–39. https://doi.org/https://doi.org/10.38215/jutek.v3i1.47
Desai, N., Singh, A., & Valentino, D. . (2010). Practical Evaluation of Image Quality in Computed Radiographic(CR).
Dwinanto, B. (2010). Teknik Radiografi Kepala.
Louk, A. ., & Gede, B. . (2014). Pengukuran Kualitas Sistem Pencitraan Radiografi Digital Sinar-X. Berkala MIPA, 24, 146–166.
Pianykh, oleg S. (2014). Digital Image Quality in medicine. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-319-01760-0
Prayoga, Nugrahaning, A., Suraningsih, N., & Puspita, M. I. (2022). The Effect of Exposure Factors on Radiographic Image Quality on Thorax Phantom With Pa Projection. urnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 13(1), 22–26.
Rasad, S. (2015). Radiologi Diagnostik. Badan Penerbit FKUI.
Sari, O. P. (2021). Fisika Radiasi.
Wahyuni, S. (2017). Pengaruh tegangan tabung (kV) Terhadap Kualitas Citra Radiografi Pesawat sinar-X Digital Radiography (DR) pada phantom Abdomen.
Wita, A., & Fransiska, E. (2018). Pengaruh Faktor Eksposi dengan Ketebalan Objek pada Pemeriksaan Foto Thorax Terhadap Gambaran Radiografi. Journal of Health, 5(1), 17–21.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Wahdini Hanifah, Nerifa Dewilza, Chairun Nisa, Sagita Yudha, Keisya Salsabila Kirana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lontara Journal Of Health Science And Technology is licensed under Creative Commons.
The journal allows the author to hold the copyright of the article without restrictions.
The journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions.
The legal formal aspect of journal publication accessibility refers to Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
The Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license allows re-distribution and re-use of a licensed work on the conditions that the creator is appropriately credited and that any derivative work is made available under “the same, similar or a compatible license”. Other than the conditions mentioned above, the editorial board is not responsible for copyright violations.




