Gambaran Hasil Pemeriksaan Sifilis Pada Homoseksual
DOI:
https://doi.org/10.53861/lontarariset.v7i1.493Kata Kunci:
Homoseksual, IMS, SipilisAbstrak
Salah satu infeksi menular seksual adalah Sipilis yang disebabkan oleh bakteri Treponema Palidum yang dapat menular melalui hubungan seksual dan kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Homoseksual adalah ketertarikan seksual berupa disorientasi pasangan seksualnya yaitu kecenderungan seseorang untuk melakukan perilaku seksual dengan sesama jenis. Hubungan seksual yang dilakukan oleh homoseksual dapat beresiko terhadap penyakit menular seksual. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penularan penyakit sipilis pada homoseksual. Metode penelitian ini adalah observasi dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 50 sampel dengan menggunakan metode pemeriksaan immunokromotografi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 sampel terdapat 14 sampel yang positif terinfeksi sipilis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa homoseksual beresiko tinggi tertular penyakit menular seksual sipilis.
Unduhan
Referensi
Achdiat, Adi, Pati, et all. (2019), Tingkat Pengetahuan Penyakit Infeksi Menular Seksual Dan Komplikasinya Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Jatinagor, Jurnal Aplikasi Jurnal Ipteks Untuk Masyarakat, Vol.8 No.1. Maret 2019
Adiyanti, S.S. (2015). Pre Analitik Hemlostasis. Universitas Indonesia Yogyakarta.
Ardiansyah, Hendra. Utami,Diyah (2016). Dramaturgi mencari pasangan pada kaum homoseksual (gay). Surabaya
Azis, Nurul Niʼma. (2019). Penuntun Praktikum Flebotomi. Makassar Poltekkes Muhammadiyah Makassar.
Conters for Disease Control and Preventation. (2017). What Gay and Bisexual Men Need to Know About Sexually Transmitted Diseases. USA
Doktersehat,com. (2022), Sifilis-Prevalensi di Kalangan Homoseksual. PT. Media Kesehatan Indonesia
Djuanda A, Hamzah M, Aisah S (eds) (2013). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke-6. Jakarta: badanPenerbit FKUI;2013. P. 122-3.
Dewi, K.I. Permata, dan Silayukti, Kayika, Agung, Ari, Agung, Anak. (2020). Gambaran Prevalensi Penderita Sifilis Laten, Sekunder, dan PrimerPada Pasien Infeksi Menular Seksual (IMS) di Poliklinik Kulit danKelamin RSUDMangusada, Bandung, Bali periode 2017-2018 .Intisari Sains Medis 11(12): 457-460.
Kemkes.go.id, (2022), Laporan Eksekutif Perkembangan HIV AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan I Tahun 2022. Kementerian Kesehatan.
Luky. 2016. Prevalensi Riwayat Sifilis dan Riwayat kontak Seksual. Yogyakarta.
Mastuti, Endah, Ratri. Winarno, Djati, Rachmad. Hastuti, Widyo Lita, (2012), Pembentukan Identitas Orientasi Seksual Pada Remaja Gay, Prediksi, Kajian Ilmiah Psikologi - No. 2, Vol . 1 , Juli - Desember 2012, 194 – 197
Nurin, Fajarina, (2024), Sifilis (Raja Singa), Hellosehat.com, Hello Health Group Pte. Ltd
Oslon, K. R., dan Ernesto De Nardin. (2017). Imunologi dan Serologi KlinisModern. Jakarta: EGC.
PKBI-Jatim.or.id, (2024), Infeksi Menular Seksual (IMS): jenis, penyebab, gejala, dan pencegahan.
Rosaria, Wulan, Yohana & Nurhayati, Titi, (2017) Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Orientasi Seksual Pada Remaja, Jurnal Pendidikan Kesehatan Vol 6, NO.2, Oktober 2017 : 113-121
Syahrini, (2019). Hubungan Perilaku Seksual dengan Infeksi Menular Seksual yang Dideteksi dengan Pemeriksaan Serologi pada Laki-Laki Seks dengan Laki-Laki (LSL). Sumatera Utara
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muh. Rifo Rianto, Mujahidah Basarang, Nurhidayat Nurhidayat, Chaerul Arham, Afrina Suci Astari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lontara Journal Of Health Science And Technology is licensed under Creative Commons.
The journal allows the author to hold the copyright of the article without restrictions.
The journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions.
The legal formal aspect of journal publication accessibility refers to Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
The Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license allows re-distribution and re-use of a licensed work on the conditions that the creator is appropriately credited and that any derivative work is made available under “the same, similar or a compatible license”. Other than the conditions mentioned above, the editorial board is not responsible for copyright violations.




