Evaluasi Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Melalui Pemeriksaan Gula Darah, Asam Urat, Dan Kolesterol
DOI:
https://doi.org/10.53861/lontarariset.v7i1.615Kata Kunci:
Penyakit Tidak Menular, Gula Darah, Asam Urat, Kolesterol, Faktor RisikoAbstrak
Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Indonesia, dengan faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi faktor risiko PTM melalui pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol total di Negeri Leahari, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik convenience sampling, melibatkan 138 partisipan yang hadir secara sukarela. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, asam urat, dan kolesterol total dilakukan menggunakan alat AutoCheck, sedangkan data pola makan, aktivitas fisik, dan indeks masa tubuh dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukan 30% partisipan memiliki kadar gula darah ≥200 mg/dL, 22% mengalami hiperurisemia, dan 26% memiliki kadar kolesterol total ≥200 mg/dL. Faktor utama yang berkontribusi adalah pola makan tidak seimbang (58%), rendahnya aktivitas fisik (52%), serta tingginya angka kelebihan berat badan dan obesitas (38%). Analisis menunjukan hubungan signifikan antara aktivitas fisik rendah dengan kadar asam urat tinggi (p=0,04), sementara hubungan pola makan dengan kadar kolesterol dan gula darah menunjukan kecenderungan peningkatan, meskipun tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Prevalensi faktor risiko PTM di Negeri Leahari cukup tinggi, sehingga diperlukan edukasi pola makan sehat, promosi aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan rutin kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol untuk menekan risiko komplikasi lebih lanjut.
Unduhan
Referensi
American Diabetes Association. (2023). Standards of Care in Diabetes - 2023. In The Grants Register 2024 (Vol. 46). https://doi.org/10.1057/978-1-349-96073-6_16356
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Lembaga Penerbit BALITBANGKES.
Caleyachetty, R., Thomas, N., Toulis, K. A., Mohammed, N., Gokhale, K. M., Balachandran, K., & Nirantharakumar, K. (2017). Metabolically Healthy Obese and Incident Cardiovascular Disease Events Among 3.5 Million Men and Women. 70(12). https://doi.org/10.1016/j.jacc.2017.07.763
Cohen, D. A., & Leuschner, K. J. (2019). How Can Neighborhood Parks Be Used to Increase Physical Activity? Rand Health Quarterly, 8(3). https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6557046/
Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Ditjen P2P Laporan Kinerja Semester I Tahun 2023.
Kemenkes RI. (2021). Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan 2021. Kementrian Kesehatan RI, 23. https://e-renggar.kemkes.go.id/file_performance/1-131313-1tahunan-314.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Penyakit Tidak Menular Kini Ancam Usia Muda. Sehat Negeriku. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200704/4434329/penyakit-tidak-menular-kini-ancam-usia-muda/
Lisnawati, N., Kusmiyatti, F., Herwibawa, B., Kristanto, B. A., & Rizkika, A. (2023). Hubungan Massa Tubuh, Persen Lemak Tubuh, dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah Remaja. 12(2), 168–178.
Lontoh, S. O., Jap, A. N., & Haryanto, Y. J. (2023). Penyuluhan Pentingnya Aktivitas Fisik dalam Mencegah Obesitas dan Skrining Status Gizi di Pejagalan Jakarta Barat. 1(3), 1102–1106.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. (2022). Panduan Tata Laksana Dislipidemia 2022. PP PERKI.
Ramadhania, A. R., Hasna, A. N., & Winata, R. K. (2024). Hubungan Aktivitas Fisik dan Pola Makan terhadap Status Indeks Masa Tubuh Normal. 3(1), 58–66.
Rebel, A., Rice, M. A., & Fahy, B. G. (2012). The Accuracy of Point-of-Care Glucose Measurements. 6(2), 396–411.
Shahin, L., Patel, K. M., Heydari, M. K., & Kesselman, M. M. (2021). Hyperuricemia and Cardiovascular Risk. 13(5), 1–8. https://doi.org/10.7759/cureus.14855
World Health Organization. (2014). Global Status Report on Noncommunicable Diseases 2014. World Health Organization.
World Health Organization. (2025). NCDs at a glance 2025: NCDs surveillance and monitoring: Non-communicable disease mortality and risk factors prevalence in the Americas. In Pan American Health Organization. https://iris.paho.org/handle/10665.2/51752
Yuningrum, H., Trisnowati, H., & Rosdewi, N. N. (2021). Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular ( PTM ) pada Remaja : Studi Kasus pada SMA Negeri dan Swasta di Kota Yogyakarta. 6(1), 41–49.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dylan Tamalsir, Filda V. I. De Lima, Mutmainnah Abbas, Rosdiana Mus, Glorya Riana Latuperissa, Wa Ode Nurlina

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Lontara Journal Of Health Science And Technology is licensed under Creative Commons.
The journal allows the author to hold the copyright of the article without restrictions.
The journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions.
The legal formal aspect of journal publication accessibility refers to Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
The Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) license allows re-distribution and re-use of a licensed work on the conditions that the creator is appropriately credited and that any derivative work is made available under “the same, similar or a compatible license”. Other than the conditions mentioned above, the editorial board is not responsible for copyright violations.




