Laporan Kasus: Tatalaksana Pneumonia Komunitas di Rumah Sakit Toto Kabila

Penulis

  • Dizky Universitas Negeri Gorontalo
  • Andi El Jalaludin Putra Universitas Negeri Gorontalo
  • Jihan AR. Gubali Universitas Negeri Gorontalo
  • Amanda Septiyani Gilalom Universitas Negeri Gorontalo
  • Novia Nur Agiska Abd. Latif Universitas Negeri Gorontalo
  • Marsela Idrus Mohamad Universitas Negeri Gorontalo
  • Altaufik Ngani Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.53861/lontarariset.v7i1.588

Kata Kunci:

Pneumonia komunitas, Geriatrik, Levofloksasin

Abstrak

Pneumonia adalah infeksi pernapasan akut yang menyerang bronkiolus terminalis dan alveoli, sering disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, serta menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas, khususnya pada kelompok usia ekstrem. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan presentasi klinis, faktor risiko, serta mengevaluasi pendekatan diagnostik dan terapi pada pasien pneumonia komunitas di RSUD Toto Kabila. Studi kasus dilakukan pada pasien laki-laki usia 77 tahun dengan keluhan demam tiga hari, batuk kronis dua bulan, dan nyeri ulu hati. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, foto toraks yang menunjukkan patchy opacity bilateral dan dilatasi aorta, serta pemeriksaan laboratorium (hematologi, kimia klinik, dan uji serologis Widal). Terapi meliputi levofloxacin intravena dilanjutkan oral, infus cairan, antipiretik, N-asetilsistein dan ambroxol, vitamin, serta albumin untuk koreksi hipoalbuminemia. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai kesesuaian antara temuan klinis, diagnosis, dan respons terapi. Ditemukan leukositosis (12,38×10³/µL), hipoalbuminemia ringan (2,4 g/dL), dan titer Widal 1/320 positif, mendukung diagnosis pneumonia bilateral dan demam tifoid sekunder. Setelah tujuh hari perawatan, pasien menunjukkan perbaikan suhu tubuh, fungsi pernapasan, dan pengeluaran sekret, serta stabilitas hemodinamik yang membaik. Pendekatan farmakologis dan non-farmakologis multimodal efektif memperbaiki kondisi klinis pasien geriatri dengan pneumonia

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ardhana E.N, Ike H, Rahmawati A. Hubungan tingkat pengetahuan ca mamae dengan pemeriksaan Anna, R., Majid, A., & Basri, B. (2021). Pengaruh Pemberian Air Hangat Terhadap Frekuensi Pernafasan Pasien Tuberkulosis Paru Di RSUD Haji Makassar. XI, 129–137.

Aulia Natasya, Febrina, Febrina Aulia Natasya, Pendidikan Dokter, dan Fakultas Kedokteran. TATALAKSANA PNEUMONIA. http://jurnalmedikahutama.com.

Er, A. G., Alonso, A. A. R., Marin-Leon, I., Sayiner, A., Bassetti, S., Demirkan, K., Lacor, P., Lode, H., Lesniak, W., Tanriover, M. D., Kalyoncu, A. F., Merchante, N., & Unal, S. (2022). Community-Acquired Pneumonia – An Efim Guideline Critical Appraisal Adaptation For Internists. European Journal Of Internal Medicine, 106(October), 1–8. https://doi.org/10.1016/j.ejim.2022.10.009

Hasaini, A. (2018). The Influence Of Deep Breathing Relaxation Technique And Effective Cough For Airway Clearance On Clients Of Pulmonary TB, Room Al-Hakim At Ratu Zalecha Hospital, Martapura 2018 Abstract. Dinamika Kesehatan, 10(1), 1–9.

Hasegawa, S., Sada, R., Yaegashi, M. Et Al. (2019). 1g Versus 2 G Daily Intravenous Ceftriaxone In The Treatment Of Community Onset Pneumonia – A Propensity Score Analysis Of Data From A Japanese Multicenter Registry. BMC Infect Dis 19, 1079. https://doi.org/10.1186/s12879-019-4552-8

He, Y.-Y., Sun, J., Wu, Y.-E., Wang, Y.-B., Van Den Anker, J., Hao, G.-X., Sun, D.-Q., & Zhao, W. (2024). Population Pharmacokinetics And Dose Optimization Of Levofloxacin In Elderly Patients With Pneumonia. British Journal Of Clinical Pharmacology, 90(5), 1213–1221. https://doi.org/10.1111/bcp.16003

Hidayat & Pratama. (2023). Community-Acquired Pneumonia. Zeitschrift Fur Pneumologie, 20(6), 364–376. https://doi.org/10.1007/s10405-023-00530-z

Irawan, Eka, Irvan Medison, Fenty Anggraini, dan Dessy Mizarti. 2020. 28 JURNAL KEDOKTERAN YARSI Sepsis Et Causa Empiema Dekstra Et Causa Community Acquired Pneumonia Dengan Komorbid Diabetes Melitus Sepsis Et Causa Empiema Dekstra Et Causa Community Acquired Pneumonia with Komorbid Diabetes Melitus.

Irawan, R., Reviono, R., & Harsini, H. (2020). Correlation Between Copeptin And Psi With Intravenous To Oral Antibiotic Switch Theraphy And Length Of Stay In Community-Acquired Pneumonia. Jurnal Respirologi Indonesia, 39(1), 44–53. https://doi.org/10.36497/jri.v39i1.40

Kemenkes RI (2019). Profil Kesehatan Indonesia 2019. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2020). Data dan Informasi Kesehatan Profil Kesehatan Indonesia 2020.

Kemenkes RI. (2021). Data dan Informasi Kesehatan Profil Kesehatan Indonesia 2021.

Kresnawati, Vita, Fauna Herawati, Hermawan Crisdiono, dan Rika Yulia. 2021. 3 Media Pharmaceutica Indonesiana ¿ Analisis Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Komunitas di RSUD Kabupaten Kediri.

Lutfiyya, M.N., Henley, E. And Chang, L., 2010. Diagnosis And Treatment Of Community Acquired Pneumonia. American Family Physician, 73(3), Pp.442–450.

Natasya, F. A. (2022). Tatalaksana Pneumonia. Jurnal Medika Hutama, 03(02), 2392–2399.

Pasca, Harry, Harry Pasca Rullian, Irvan Medison, Dessy Mizarti, dan Dewi F Wahyu. 2024. “Dewi Wahyu F (2024) Community Acquired Pneumonia pada Lansia.” 5(5): p-ISSN.

PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia), 2020. Pneumonia Covid-19: Diagnosis & Penatalaksanaan Di Indonesia. Jakarta: PDPI.

Puspitasari, Klaudia Vindy, dan Novita Eva Sawitri. “Seorang Wanita 40 Tahun Dengan Pneumonia Komunitas Lobaris Bilateral, Bekas TB DD TB Relaps dan Hipertensi A 40 Year Woman with Pneumonia Community Lobaris Bilateral, TB Sequelae DD TB Relaps and Hypertension.”

Putu Diwyandaani Priyahita. 2023. “Ventilator-Associated Pneumonia and Its Pathogen in Intensive Unit Care.” Lombok Medical Journal 2(3): 129–34. doi:10.29303/lmj.v2i2.3211.

Reviono. (2021). Pendahuluan. Pneumonia; Adakah Tempat Untuk Pemberian Antinflamasi, 60–75.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2007). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2007.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018.

Rullian, H. P., Medison, I., Mizarti, D., & Wahyu F, D. (2024). Community Acquired Pneumonia Pada Lansia. Jurnal Syntax Admiration, 5(5), 1427–1437. https://doi.org/10.46799/jsa.v5i5.1125

Sari, I. P., Nuryastuti, T., Asdie, R. H., Pratama, A., & Estriningsih, E. (2017). Perbandingan Pola Terapi Antibiotik Pada Community- Acquired Pneumonia (Cap) Di Rumah Ssakit Tipe A Dan B. Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi, 7(4), 168–174.

Sari, M. P., & Cahyati, W. H. (2019). Tren Pneumonia Balita Di Kota Semarang Tahun 2012-2018. Higeia Journal Of Public Health Reseach And Development, 3(3), 407–416. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/article/view/30266/14024

Selviyana, F., 2020. Literatur Review: Penerapan Fisioterapi Dada Terhadap Manajemen Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien Tb Paru. 21(1).

Supraba, Y.R., 2016. Upaya Meningkatkan Keefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro. Publikasi Ilmiah,1.

Tejada, S., Romero, A., & Rello, J. (2018). Community-Acquired Pneumonia In Adults: What’s New Focusing On Epidemiology, Microorganisms And Diagnosis? Erciyes Medical Journal, 40(4), 177–182. https://doi.org/10.5152/Etd.2018.18128

World Health Organization. (2023, November). Pneumonia in children. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/pneumonia

Diterbitkan

2026-01-15

Cara Mengutip

Papeo, D. R. P., Putra, A. E. J., Gubali, J. A., Gilalom, A. S., Abd. Latif, N. N. A., Idrus Mohamad, M., & Ngani, A. (2026). Laporan Kasus: Tatalaksana Pneumonia Komunitas di Rumah Sakit Toto Kabila. Lontara Journal of Health Science and Technology, 7(1), 121–133. https://doi.org/10.53861/lontarariset.v7i1.588

Terbitan

Bagian

Artikel Ulasan