HUBUNGAN ANTARA KADAR TRIGLISERIDA DENGAN KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN (HS-CRP) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
DOI:
https://doi.org/10.53861/jmed.v10i2.356Keywords:
Trigliserida, Hs-CRP, Diabetes Mellitus Tipe 2Abstract
Diabetes Melitus (DM) yaitu gangguan metabolik kompleks yang ditimbulkan oleh adanya gangguan pada sekresi insulin, fungsi insulin ataupun keduanya. Komplikasi dari diabetes melitus salah satunya adalah kardiovaskuler sebagai akibat dari aterosklerosis. Peningkatan kadar trigliserida diketahui sebagai faktor resiko terjadinya aterosklerosis atau penyempitan arteri coroner yang dapat menyebabkan inflamasi. Adanya inflamasi dalam tubuh dapat menyebabkan peningkatan kadar High sensitivity C-Reactive Protein (Hs-CRP). Hs-CRP merupakan protein fase akut utama pada manusia sebagai penanda adanya inflamasi penyakit kardiovaskuler sehingga Hs-CRP yang meningkat menunjukkan resiko tinggi mengalami penyakit arteri coroner. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan trigliserida pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 ditinjau dari kadar Hs-CRP. Hasil analisis statistik menggunakan uji spearman rank dari uji korelasi dan di dapatkan hasil nilai signifikansi yaitu sebesar 0,095 (p > 0,0) sedangkan nilai Correlation Coefficient sebesar -0,349 yang menunjukkan hubungan lemah sehingga dinyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara kadar trigliserida dengan kadar Hs-CRP pada penderita diabetes melitus tipe 2. Sehingga dapat disimpulkan peningkatan trigliserida tidak mempengaruhi peningkatan Hs-CRP.
Downloads
References
Dolly, Indranila, A. (2018) ‘Hubungan Antara High Sentitive C-Reactive Protein (HS-CRP) dan Nitric Oxide (NO) pada Penderita Hipertensi.’, Media Medika Muda, 3(1), pp. 1–6.
Dwipayana, P., Saraswati, I. and Suastika, K. (2017) ‘Perbandingan Kadar C-Reactive Protein pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 yang Diterapi dengan Insulin dan Obat Hipoglikemik Oral di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali’, Jurnal Penyakit Dalam Udayana, 1(2), pp. 45–51. doi: 10.36216/jpd.v1i2.21.
Evi, K. (2014) ‘Diabetes mellitus’, JuKe Unila, 4(7), pp. 114–119.
Fauziah, Y. N. and Suryanto (2012) ‘Perbedaan Kadar Trigliserid pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Tidak Terkontrol’, Mutiara Medika, 12(3), pp. 188–194.
Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Tetap Produktif, Cegah dan Atasi Diabetes Melitus. Jakarta Selatan : Kementerian Kesehatan RI.
Kementrian kesehatan republik indonesia (2020) ‘Tetap Produktif, Cegah dan Atasi Diabetes Mellitus’, pusat data dan informasi kementrian kesehatan RI.
Kurniawaty, E. 2014. Diabetes Mellitus. JUKE Unila. 4 (7) : 114-119.
Mamat. 2010. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kadar Kolesterol HDL di Indonesia. Tesis. Universitas Indonesia
Melatunan, M., Murniati T., dan Yanti M. 2014. Hubungan Kadar Triasilgliserol Darah dengan Kadar High Sensitivity C-Reactive Protein pada Remaja Obes. Department of Biochemistry Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi.
Moulia, M., Sulchan, M. and Nissa, C. (2017) ‘Kadar pro inflamator High Sensitive C-Reactive Protein (HSCRP) pada Remaja Stunted Obese di SMA Kota Semarang’, Journal of Nutrition College, 6(2), p. 119. doi: 10.14710/jnc.v6i2.16901.
Nugroho, S. (2015) ‘Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus Melalui Olahraga’, Medikora, IX(1). doi: 10.21831/medikora.v0i1.4640.
Perkeni (2015) Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe II di Indonesia. Jakarta : PB.PERKENI., Perkeni.
Permatasari, N. D. et al. (2020). Hubungan Hba1c Dengan Crp pada Penderita Diabetes Melitus Tipe-2 dengan Obesitas dan Tanpa Obesitas, Journal of Nutrition College, 9(4), pp. 267–272. doi: 10.14710/jnc.v9i4.29011.
Protein, S. C. and Remaja, P. (2008) ‘Abstrak hubungan kadar triasilgliserol darah dengan kadar’, pp. 4–9.
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). 2018. Laporan Riskesdas Nasional 2018. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Sarmen, S., Mayetti, M. and Bachtiar, H. (2016) ‘High Sensitivity C-Reactive Protein sebagai Parameter Diagnostik dan Prediktor Luaran Sepsis pada Anak yang Menderita Systemic Inflammatory Response Syndrome’, Sari Pediatri, 16(4), p. 278. doi: 10.14238/sp16.4.2014.278-83.
Suryanegara, N. M., dkk. 2021. Scoping Review: Pengaruh Kadar Gula Darah Tidak Terkontrol Terhadap Komplikasi Makrovaskuler pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains (JIKS). 3 (2): 245-250.
Sutamti dkk (2010) ‘Clinical Pathology and Majalah Patologi Klinik Indonesia dan Laboratorium Medik’, Jurnal Indonesia, 16(3), pp. 55–104. Available at: http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-IJCPML-12-3-08.pdf.
Widodo, W. (2017) ‘Monitoring of Patient with Diabetes Mellitus’, Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 3(2), p. 55. doi: 10.30742/jikw.v3i2.23.




