CEPOL (CEGAH PENYAKIT POLIO) DENGAN 2 TETES POLIO PADA PIN (PEKAN IMUNISASI NASIONAL) POLIO PUTARAN 2 DI WILAYAH PUSKESMAS KRONJO
Keywords:
Pencegahan, Penyakit Polio, PIN Polio, ImunisasiAbstract
Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat virus Polio sebanyak 32 Provinsi dan 399 kabupaten/kota di Indonesia dalam kategori risiko tinggi polio. Sejak 2022 hingga 2024, dilaporkan sebanyak total 12 kasus kelumpuhan, 11 kasus disebabkan oleh virus polio tipe 2 dan satu kasus diakibatkan virus polio tipe 1. Kasus-kasus ini tersebar di 8 provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Banten. Penyelenggaraan PIN Polio sangat diperlukan. Tujuannya memperkuat imunitas serta kekebalan juga upaya untuk memutus transmisi virus polio. Sehubungan hal tersebut melalui PkM dan mendukung program pemerintah menyelenggarakan PIN Polio putaran kedua pada 12-16 Agustus 2024 setiap hari di Wilayah Puskesmas Kronjo. Metode pelaksanaan kegiatan PkM ini diawali dengan sosialisasi penyuluhan orang tua tentang “Cegah Penyakit Polio dengan 2 Tetes Polio” kemudian memberikan imunisasi secara langsung kepada anak umur 0-7 tahun dan setiap anak diberikan tanda tinta pada jari kelingking tangan kiri sebagai bukti telah menerima vaksin, serta kartu imunisasi yang mencatat riwayat vaksinasi. Hasil hampir 100% dengan capaian sebanyak 8562 (98,6%) dari target sasaran 8680 anak. Setelah sukses menyelenggarakan putaran I, pelaksanan putaran II lanjutan diharapkan dapat semakin memperkuat kekebalan imunitas terhadap penyakit yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan.
Downloads
References
1. Puspitasari B, Darmayanti R, Yunarsih, dkk. Kegiatan Imunisasi Sub Pin Polio Putaran 1 Dalam Rangka Pencegahan Penyakit Polio Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Selatan Kota Kediri. Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien. 2024;3(2):1-9.
2. Maghfiroh N, Yusuf S, Hajar S. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita tergadap Pemberian Imunisasi Polio di Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Banda Aceh. JIM Medisia. 2017;2(3):6-12.
3. Purwanto E, Sitorus J, Isfan R, dkk. Kurikulum Pelatihan Pengelola Imunisasi Di Puskesmas. Direktorat Pengelolaan Imunisasi. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kementerian Kesehatan RI. 2023.
4. Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan. Kurikulum Pelatihan Bagi Pelatih, Training of Trainers (ToT) Pengelola Program Imunisasi Di Wilayah Kerjanya. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Kementerian Kesehatan RI. 2018.
5. Siti Nadia Tarmizi. Pentingnya PIN Polio Untuk Mencegah KLB. Rokom Redaksi Sehat Negeriku Sehatlah Bangsaku.
6. Asri Y, Priasmoro DP, Ardiyanti SE, Lutfianti, T, Arisanti CF. Mewujudkan Generasi Bebas Polio: Program Sub PIN Polio Di Puskesmas Mojolangu Kota Malang. Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global. 2024;3(2):183-192.
7. Safitri R. Penyuluhan tentang Pentingnya Pemberian Imunisasi terhadap Anak di Desa Pasar VI Kualanamu. Jurnal Abdidas. 2021;2(2):370-374.
8. Muawanah, M., Rauf, D., & Suardi, S. (2020). Penyuluhan Pentingnya Penerapan Pola Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Lingkungan Dusun Baturappe Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa. Lontara Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 15–21.
9. Darmin, Rumaf, F. ., Ningsih, S. R. ., Mongilong, R., Goma, M. A. D., & Anggaria, A. D. . (2023). Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi dan Balita. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAPALUS, 1(2): 15–21.
10. Abukhaer SR, Najamuddin, Azis AA, Rahman A. Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Pencapaian Target Imunisasi Dasar Anak. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. 2023;22(2):154-161.





